Berburu Oleh-oleh di Sunamachi Ginza Shopping Street

Sering kali saat kita pelesir ke luar negeri, ada saja teman atau saudara yang minta dicarikan suatu barang. Kami juga sempat dititipin beli sesuatu, salah satunya Yukata untuk anak kecil. Kalau nitip beli sambil dikasih tau tempat belinya sih ga masalah, nah ini nitip tanpa ngasih tau belinya di mana kan kami juga puyeng nyarinya.

Itinerary kami sudah sangat padat hingga pencarian barang cuma bisa kalau pas kebetulan lewat pusat pertokoan saja. Untung saja Sunamachi Ginza Shopping Street sudah masuk ke itinerary kami sejak awal, karena 90% barang titipan bisa kami temukan di sana. Menyambung postingan tentang tempat beli oleh-oleh murah di Jepang, kali ini kami akan bagi-bagi pengalaman berburu oleh-oleh di Sunamachi Ginza Shopping Street.

SONY DSC

Shopping street sendiri memiliki sejarah panjang di Jepang. Awalnya para Samurai yang pengen ada area di mana toko-toko dapat berkumpul dan bisa merevitalisasi perekonomian daerah kekuasaan mereka.  Nah, makanya dibuatlah shopping street ini di mana restaurant, tukang ikan, tukang sayur, toko baju, dll bisa ngumpul [1]. Kayak mall jaman sekarang lah. Hebat ya para Samurai ini bisa kepikiran konsep mall kayak gini, pasti mereka doyan kongkow-kongkow deh #eh.

Walaupun sekarang pamor shopping street kalah sama supermarket dan mall modern, tapi tetap banyak yang memilih berbelanja di shopping street. Bagi penduduk lokal, ikatan community belonging dapat diperkuat dengan berbelanja di sana, karena tidak jarang mereka sudah menjadi langganan di suatu toko hingga belasan bahkan mungkin puluhan tahun lamanya. Nah, bagi turis daya tariknya adalah kita bisa merasakan nuansa autentik Jepang. Selain itu bagi kami yang doyan gratisan, hampir setiap beli sesuatu pasti dapet bonus tambahan. Mulai dari stationary lucu sampai handuk kecil!

Kami memulai perjalanan kami dari stasiun Nishi-Oujima. Awalnya kami berencana lanjut naik Toei Bus (Ryo 28 for Kasaibashi), tapi atas nama penghematan maka kami memutuskan untuk menempuh 1,5 km dengan berjalan kaki #kopedtraveler. But first….

... Let us take a selfie!

… Let us take a selfie!

Selain untuk menghemat, jalan kaki juga menjadikan kami bisa berbaur dengan penduduk lokal sambil menikmati suasana kota. Bahkan saat kami sedang berhenti sebentar di depan minimarket untuk mengecek apakah kami berjalan di jalan yang benar, kami disapa sepasang suami istri Jepang yang fasih berbahasa Indonesia!

SONY DSC

Entah sungai apa namanya

Setelah 20 menit akhirnya kami sampai juga di Sunamachi Ginza Shopping Street. Yang pertama kami lihat adalah antrian panjang di salah satu toko. Mungkin akan ada diskon besar-besaran.

SONY DSC

SONY DSC

Lebar jalan shopping street ini sekitar 3 meter dengan panjang 1 km [2], jadi cukup luas untuk penjalan kaki. Mobil jarang lalu lalang jadi bisa tenang jalan pelan-pelan sambil lihat-lihat toko yang ada di sepanjang jalan.

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

Ga cuma bahan makanan mentah, makanan matang juga ada kok di sini.

SONY DSC

SONY DSC

Lumayan snack murah buat oleh-oleh

Selain makanan ada juga toko khusus seragam sekolah second hand. Harganya relatif murah dibandingkan beli yang baru.

Toko seragam second

Toko seragam second

Perburuan oleh-oleh kami lanjut di sini karena nemu 100-yen shop dengan jenis barang yang ga dijual di Daiso. Selain itu ada juga toko kelontong yang menjual barang pecah belah khas Jepang.

Harganya emang ngga 100 yen, tapi celengan berbentuk kotak pos-nya lucu banget!

Harganya emang ngga 100 yen, tapi celengan berbentuk kotak pos-nya kawaii banget!

Kemudian kami menemukan toko yang menjual Yukata, dengan harga murah pula! Padahal yang nitip ngasih budget 6000 yen, di sini kami menemukan Yukata untuk anak kecil dengan harga 2000-4000 yen. Dapet bonus pula! Senangnya~~~

Toko Yukata

Toko Yukata

Kami beres belanja tepat saat tengah hari. Sebelum melanjutkan perjalanan, kami beli makanan dulu untuk piknik di lokasi syuting yang akan kami kunjungi. Dari sekian banyak pilihan, kami memilih untuk membeli Asari Gohan (nasi dengan kerang Asari) karena melihat ada antrian (biasanya indikator kalo rasanya enak). Harganya pun murah hanya 500 yen saja dengan porsi besar cukup untuk berdua. Tidak lupa kami beli buah juga supaya ada asupan serat, vitamin, dan mineral #eaaaa #PUGS

Asari gohan isinya banyak banget bisa untuk 2 orang (500 yen), pisang dan strawberry.

Asari gohan, pisang dan strawberry.

Lokasi syuting mana sih yang kami kunjungi? Makanya subscribe blog kami agar ga ketinggalan postingan berikutnya 🙂

What: Tempat belanja Sunamachi Ginza Shopping Street
Where: Jepang, 〒136-0073 Tokyo, Koto, Kitasuna, 4 Chome−18−14 [map]
How to go: From Nishi-oshima Station on the Toei Shinjuku Line, take the Toei Bus (Ryo 28 for Kasaibashi) and get off at Kitasuna-nichome (5 minutes). Or from Kinshicho Station on the Hanzomon Line, take the Toei Bus (To 07 for Monzen-nakamachi) and get off at Kitasuna-nichome (15 minutes).
How much: free, just pay for the train and bus fare

 

One thought on “Berburu Oleh-oleh di Sunamachi Ginza Shopping Street

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s