Hiroshima, 6 Agustus 1945 – ….

Agustus menjadi bulan bersejarah bagi Indonesia dan juga Jepang. Kedua negara ini memang punya latar belakang yang bertautan. Di sekolah dulu pasti ada pelajaran yang membahas kejadian di Agustus 1945: pengeboman di Hiroshima dan Nagasaki, serta kemerdekaan Indonesia. Di sini kita bakal bahas lagi, tapi secara ringan dari sudut pandang traveler πŸ˜‰

Tepat di hari ini 72 tahun lalu, Hiroshima luluh lantak oleh bom yang dijatuhkan oleh tentara Amerika pada akhir Perang Dunia II. Dampaknya tidak hanya kehancuran kota dan korban jiwa, karena bertahun-tahun kemudian efek radiasi bom nuklir itu masih ada. Tapi Jepang bangkit, dan Hiroshima menjadi salah satu tujuan wisata karena kisahnya.

SONY DSC

Hiroshima Peace Memorial – UNESCO’s World Heritage

Foto di atas dikenal dengan A-bomb Dome atau Genbaku Dome (εŽŸηˆ†γƒ‰γƒΌγƒ ). Bangunan ini adalah satu-satunya yang tersisa dari titik pengeboman puluhan tahun lalu. Bentuk bangunan ini dipertahankan, meski sudah mengalami berkali-kali pemugaran. Desember tahun 1996 UNESCO menetapkan bangunan ini sebagai situs warisan dunia.

SONY DSCSONY DSC

A-Bomb Dome berlokasi di Hiroshima Peace Memorial Park. Area seluas 120.000 meter persegi ini merupakan titik sasaran utama tentara Amerika pada masa itu karena disinilah pusat pemerintahan Hiroshima. Bertahun kemudian pasca kejadian, pemerintah setempat memutuskan untuk tidak merenovasi area ini melainkan menjadikannya situs sejarah, sebuah taman maha luas yang diciptakan untuk mengenang kejadian tragis 6 Agustus 1945 sekaligus mengampanyekan pentingnya menjaga perdamaian dunia.

Tanggal 6 Agustus setiap tahunnya, pada pukul 8:00 waktu setempat (bertepatan dengan jatuhnya bom kala itu) diadakan upacara untuk mengenang korban bom atom yang dikenal dengan Hiroshima Peace Memorial Ceremony.

Tidak harus menunggu upaara tersebut, di titik-titik tertentu taman ini ada banyak tanda-tanda doa dan perdamaian yang tersemat. Dari mulai museum, gerbang, bel perdamaian, monumen, prasasti, you name it. Salah satu hal yang mungkin hanya ada di Jepang adalah rangkaian origami burung (senbazuru) sebagai simbol harapan. Origami ini masih dalam kondisi fresh loh, tidak kotor atau basah, padahal jumlahnya ribuan. Mungkin memang selalu ada yang meletakkan senbazuru di sini..

SONY DSC

Kirei~~~

SONY DSC

Monumen untuk memperingati pelajar yang dimobilisasai saat pemboman

Meskipun Hiroshima adalah “korban” dari sekutu, tapi kini peninggalannya menjadi daya tarik wisatawan, terutama mancanegara. Waktu kami ke sana, banyak sekali bule yang mengunjungi taman ini. Duh, yang dari negara sekutu merasa bersalah ga ya? :p

Lalu bagaimana dengan kami orang Indonesia? Sejujurnya, sempat terbersit di pikiran kalau saja Hiroshima (dan Nagasaki) tidak dibom, atau Jepang tidak kalah di PD II, mungkin Indonesia tidak akan merdeka di tahun 1945. Melihat seberapa Jepang menghormati warganya yang meregang nyawa akibat perang, sejujurnya saya pribadi ingin bilang: “woi, korban di Indonesia juga banyak gara-gara penjajahan kalian!” Ah, tapi bukan itu yang dipermasalahkan sekarang. Membuat dunia menjadi tempat yang aman dan nyaman untuk ditinggali itu lebih penting. Seperti pesan yang disampaikan oleh Hiroshima kepada dunia:Β world peace.

SONY DSC

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s