Ramen Halal di Tokyo: Ayam-ya vs Narita-ya

Makanan apa yang biasa dibayangkan pada saat udara dingin oleh orang Indonesia? Jika kamu menjawab salah satu merek mie instant yang disajikan panas (plus potongan cabe rawit), maka kamu tergolong dalam mayoritas orang Indonesia pada umumnya. Nah, makanan itu lah yang selalu terbayang di benak kami pada saat kami ke Jepang di musim dingin bulan Januari yang lalu. Mumpung di Jepang, kenapa tidak mencoba Ramen? Pada umumnya Ramen identik dengan kuah kaldu yang berasal dari babi. Hal inilah yang membuat para pelancong muslim yang berkunjung ke Jepang harus mengurungkan niatnya untuk mencoba Ramen.

Dulu alternatif terbaik mungkin dengan memilih Ramen vegetarian seperti yang kami coba di Shin-Yokohama Ramen Museum. Sekarang untungnya jumlah restoran yang menawarkan Ramen Halal semakin banyak. Beberapa di antaranya yang cukup terkenal adalah Ayam-ya dan Narita-ya. Kami mencoba Ramen di kedua restoran tersebut dan berikut penilaian kami.

Ayam-ya

Pertama kali dibuka di Kyoto, Ayam-ya akhirnya membuka cabang di Tokyo tahun 2016 lalu.  Sesuai dengan namanya, kaldu sup yang digunakan berbahan dasar ayam. Untuk menuju ke sana tidaklah terlalu sulit karena lokasinya dekat dengan stasiun subway Naka-okachimachi. Bangunannya terdiri dari 2 lantai. Lantai 1 digunakan untuk dapur dan area makan, sedangkan lantai 2 khusus untuk area makan. Kami sampai di sana menjelang akhir waktu makan siang, jadi sudah tidak terlalu banyak pengunjung.

Area makan lantai 2. Untuk tambahan minum dan topping Ramen bisa ambil sendiri di meja yang ada di sisi kanan

keterangan cara mereka membuat kaldu sup Ramen

Selain Ramen, mereka juga menyediakan Tsukemen yaitu mie Ramen dengan sup terpisah. Karena jarang ada restoran Ramen Halal yang menyediakan Tsukemen, maka kami pun mencoba menu tersebut.  Oh iya, asiknya untuk yang makannya banyak, tidak ada perbedaan harga antara yang porsi biasa maupun besar.

Pesanan kami datang cukup cepat, pas banget karena karena kami sudah sangat kelaparan. Ayam-ya ini dimiliki oleh grup usaha makanan Jepang sehingga standar pelayanannya pun standar Jepang. Tidak perlu khawatir kalau tidak bisa bahasa Jepang atau bahasa Inggris karena pelayannya orang Melayu, jadi bercakap pakai Bahasa Indonesia pun ga masalah.

Ramen (atas) dan Tsukemen (bawah)

Jenis mie Ramen yang digunakan adalah yang agak tebal. Supnya terasa kental akan kaldu. Jika menyukai Ramen dengan rasa yang agak berat, maka Ramen ini pas untuk kalian. Secara umum, kami merekomendasikan Ayam-ya karena rasa makanannya dan juga pelayanannya.

What: Ayam-ya Halal Ramen Restaurant
Where: Yamada Bldg. 1F, 4-10-1 Taito, Taito-ku, Tokyo [map]
How much:  790 – 950 yen

Narita-ya

Mungkin Narita-ya ini adalah restoran Ramen Halal yang paling familiar di Tokyo. Makanya kami pun ga mau ketinggalan untuk mencoba Ramen di sana. Lokasinya strategis karena sangat dekat dengan Kuil Sensouji Asakusa. Pas deh buat para pelancong karena daerah itu menjadi salah satu tujuan wisata wajib di Tokyo.

Karena memang lokasinya yang berada di daerah objek wisata, wajar saja pengunjung yang ke Narita-ya pun banyak (berombongan pula). Ditambah ukuran bangunannya yang cukup mungil, meskipun terdiri dari 2 lantai, walhasil kami harus menunggu sekitar 1 jam untuk akhirnya bisa mendapatkan tempat duduk. Berniat untuk reservasi terlebih dahulu via email? Menurut pengamatan kami, sepertinya hal tersebut percuma. Karena ada satu grup turis Malaysia (4-5 orang) yang sudah buat reservasi tapi tetap harus menunggu juga untuk masuk, meski ga selama kami sih….

Area tempat duduk counter

Tangga menuju area makan lantai 2 (kiri)

Berbeda dengan Ayam-ya yang dikelola oleh orang Jepang, sepertinya Narita-ya ini dikelola oleh orang asing. Maka jangan mengharapkan standar pelayanan Jepang di sini, apalagi kalau lagi padat. Setelah kami mendapatkan tempat duduk pun, kami harus menunggu cukup lama untuk dilayani. Padahal kami duduk di bagian counter  yang notabene pelayannya bekerja tepat di depan muka. Grup turis Malaysia yang sudah reservasi diberikan tempat di lantai 2 dan mendapatkan pelayanan jauh lebih lama, sampai akhirnya salah satu dari mereka turun ke bagian counter untuk memesan makanan. Waktu datangnya makanan jauh lebih lama lagi, kami berdua sampai gemas sendiri dengan cara kerja di Narita-ya yang sangat tidak efisien. Tapi ya sudah bersyukurlah saja lah ada yang mau menyediakan tempat makan Halal di Jepang.

Pilihan menu yang ditawarkan cukup beragam, tidak hanya Ramen mereka juga menawarkan menu nasi. Tapi kami berdua sudah memantapkan pilihan untuk mencoba Ramen Spesial ditambah satu porsi chicken karaage (ayam goreng) yang termasuk ke dalam menu andalan.

Rasa kuah yang disajikan di sini jauh lebih ringan dibanding di Ayam-ya. Mungkin karena supnya berbasis shoyu dan bukan kaldu hewan. Jenis mie yang digunakan tidak terlalu tebal. Rasanya tentu saja enak. Berhubung kami berdua lapar berat, jadi porsinya seperti kurang mengenyangkan. Untung kami memesan chicken karaage juga jadi lumayan lah. Oh iya, rasa chicken karaage-nya emang enak, pantas kalau direkomendasikan. Menurut kami kalau memang kalian sedang di daerah Asakusa, tidak terburu-buru dan rela menunggu lama, boleh lah mampir untuk mencoba Ramen Halal di Narita-ya.

What: Narita-ya Halal Ramen Restaurant
Where: 2-7-13, Asakusa, Taito-ku, Tokyo [map]
How much:  500 – 1200 yen

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s