Sarapan di Tsukiji Fish Market

Sebagai kota pelabuhan, ga heran kalau Tokyo memiliki pasar ikan dan seafood terbesar di dunia bernama Tsukiji Fish Market. Kalau di Jakarta mungkin semacam Pelabuhan Sunda Kelapa ya. Tidak hanya hasil tangkapan dari perairan Jepang, tangkapan dari nelayan Jepang di seluruh dunia pun mampir ke pasar ikan ini untuk dijual dengan total sekitar 700.000 ton persegi seafood dalam setahun! [1] Kok bisa sih segitu banyaknya? Ya karena terkait dengan pola konsumsi orang Jepang yang emang doyan makan ikan. Awalnya sih mereka makan ikan bukan cuma karena doyan, tapi emang sempat ada pelarangan makan daging selama beberapa abad di Era Kofun [2]. Selain untuk konsumsi, ikan juga menjadi salah satu bahan persembahan bagi dewa di kuil-kuil. Jadi wajar kan kalau Jepang punya pasar ikan terbesar di dunia. Untuk kualitas jangan ditanya, karena orang Jepang sering makan dalam bentuk mentah, maka hanya kualitas terbaik dan paling segar yang dijual di sini.

Peta Tsukiji Fish Market

Peta Tsukiji Fish Market

Tsukiji Fish Market terbagi ke dalam dua bagian, inner market dan outer market. Bagian inner market lah tempat pasar ikan yang sesungguhnya, termasuk tempat pelelangan Tuna yang tersohor itu. Sedangkan outer market disi oleh toko-toko alat masak, toko bahan makanan, dan restoran. Berhubung tujuan kami adalah nyari makan dan ga minat lihat-lihat pasar ikan, jadi kami yang kami bahas di postingan ini adalah bagian outer market. Oh ya, kalau kalian berminat ke bagian inner market, harap mematuhi peraturan-peraturan yang tercantum pada gambar di bawah ini ya.

tsukiji_18

Akses paling gampang menuju Tsukiji Fish Market adalah naik kereta Oedo Subway Line ke Tsukijishijo Station.  Bau khas laut dan ikan langsung tercium begitu kami keluar dari kereta. Setelah itu tinggal mengikuti bau ikan papan petunjuk yang akan mengarahkan kita ke pintu keluar yang dekat dengan gerbang utama Tsukiji Fish Market. Outer market letaknya di timur laut dari gerbang utama tersebut.

SONY DSC

Gerbang Utama Tsukiji Fish Market

Toko-toko yang ada di outer market ini meskipun menjual barang kebutuhan sehari-hari, banyak juga lho yang cocok untuk dijadikan oleh-oleh.

SONY DSC

SONY DSC

Wujud mentah dari wasabi

SONY DSC

Asli tempat bekel ini lucu banget!

Ada banyaaaaakk banget restoran di bagian outer market ini dengan menu utamanya menggunakan seafood segar tentunya. Bingung cap cip cup belalang kuncup, kami pun memutuskan akan masuk ke restoran ke-4 yang kami lewati. Kenapa yang ke-4? Karena Ya-Ya-yah punya 4 member. Ngga ding, random aja itu mah….

SONY DSC

Restoran Kurose Saburo Sangyoten

Restoran tempat kami makan ini namanya Kurose Saburo Sangyoten. Tempatnya kecil tapi terasa cosy. Mereka punya menu dalam bahasa Inggris dan terpampang beserta harganya. Ibu pemilik kedainya ramah dan berusaha untuk menyapa tamu-tamu asing dengan bahasa Inggris. Oh dan satu lagi, pelayan di sini kalau menurut aciear cocok jadi pelayan di restoran Genji Hotel Hilton yang kami datangi di Osaka, tinggi dan cakep! #eaaaaa.

SONY DSC

5 menu yang direkomendasikan

SONY DSC

Suasana di dalam, kecil tapi cosy

SONY DSC

menu-menu lainnya

Bagi yang ga suka makan ikan mentah ga usah khawatir, karena mereka juga punya menu seafood yang dimasak seperti Unagi-don (belut). Semua makanan ditemani dengan ocha gratis dan free flow, hore! #kopedtraveler

tsukiji_19

Itadakimasuuuuu!!!

Porsi makanannya banyak dan potongan seafood-nya juga besar-besar! Puas banget lah pokoknya. Oh iya, apakah kalian tahu kalau wasabi selain untuk meningkatkan cita rasa ikan/seafood, juga berguna untuk antibakteri? Makanya setiap makan ikan mentah sebaiknya kita juga makan si wasabi dalam porsi secukupnya.

Kenyang makan dan ngecengin pelayannya, kami lanjut melihat-lihat toko-toko lainnya.

SONY DSC

Souvenir khas Tsukiji

SONY DSC

Di sepanjang Shin-Ohashi Dori berderet restoran serupa dengan harga lebiih murah. Yah…. tau gitu kami makan di situ aja. Eh, tapi ternyata ternyata restoran yang di sepanjang jalan ini rata-rata tidak menyediakan tempat duduk dan pelayan ganteng. Jadi makannya harus sambil berdiri.

SONY DSC

SONY DSC

Makannya sambil berdiri

Datang lah pagi-pagi, karena rata-rata toko di sini sudah tutup saat siang. Oh iya, pada November 2016 nanti area pasar ikan di Tsukiji akan direlokasi ke daerah Toyosu sebagai salah satu rencana pembangunan menyambut Olimpiade 2020. Nah tunggu apa lagi, sebelum lokasinya pindah dan Senin harga naik, ga ada salahnya berburu makan seafood segar di sini.

 

What: Tsukiji Fish Market, Pasar ikan terbesar di dunia
Where: 5 Chome-2-1 Tsukiji, Chuo, Tokyo 104-0045, Japan [map]
How to go: Oedo Subway Line to Tsukijishijo Station
How much: foods around ¥670~¥2700;

One thought on “Sarapan di Tsukiji Fish Market

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s