Shalat saat Plesir ke Negara Minoritas Muslim

Disclaimer: isi tulisan ini semata-mata berdasarkan pengalaman kami saat traveling. Apabila ada pernyataan yang bertentangan dengan agama mohon dapat dikoreksi.

Hal yang biasanya dikhawatirkan seorang muslim pada saat berplesir ke negara berpenduduk minoritas muslim adalah mencari makanan halal dan tempat untuk shalat. Kalau ga makan palingan jadi laper. Nah, kalau ga sholat? Dosa cuy… Berikut tips dari kami supaya terhindar dari meninggalkan sholat saat jalan-jalan.

Sebagai Musafir kita diberikan beberapa kemudahan, misalnya menqasar dan menjamak shalat Dzuhur-Ashar dan Maghrib-Isha. Oke sip, itu udah ngerti. Tapi bagaimana pada prakteknya?

Di mana tempat yang enak buat shalat?

Paling enak ya di masjid atau di prayer room. Usahakan browsing dulu tempat-tempat shalat di daerah yang akan kita kunjungi. Airport Internasional biasanya punya prayer room. Beberapa mall di Jepang juga mulai ada yang menyediakan prayer room. Syukur-syukur kalo bisa nemu masjid. Oh iya, terkadang letak masjidnya ada di dalam kamar apartemen gitu. Jadi lebih mirip mushalla sih sebenarnya. Jangan kecele dengan penampakan bangunannya. Bisa juga mampir ke KBRI atau KJRI buat numpang shalat, mungkin boleh…. hehe. Lumayan sekalian mampir ke kantinnya buat makan makanan Indonesia.

Kalau ga nemu prayer room atau masjid?

Jika waktu dan energi mencukupi, balik lagi aja ke tempat kamu nginep. Trus shalat deh di situ.

Kalau ga memungkinkan balik ke tempat nginep?

Menurut kami sih shalat bisa dilakukan di mana aja. Karena bagaimanapun shalat tetap harus ditegakkan. Tempat favorit kami buat shalat tuh di dalam kendaraan atau tempat manapun yang ada bangkunya. Shalat di changing room bisa jadi pilihan kalau ga mau diliatin orang. Bahkan kalau kepepet banget, shalat di arena konser juga bisa #truestory #jangandiikutin #udahpastigakhusyuk

Wudhunya gimana?

Kalau ga nemu air, ya tayamum aja.

Cara shalatnya?

Di dalam kendaraan sih pastinya sambil duduk ya. Tapi ga di dalam kendaraan pun kami biasanya shalat sambil duduk.

Kenapa duduk?

Ga semua negara mengenal Islam dengan baik ataupun membebaskan aktifitas keagamaan. Ga semua orang mengerti apa yang muslim lakukan dengan gerakan dan perlengkapan sholat. Kamu tentu bisa sholat seperti biasa dengan menggelar sajadah, pakai mukena atau sarung dan peci, tapi pastikan kamu melakukan di tempat yang diperbolehkan. Baiknya sih izin dulu ke petugas keamanan setempat. Ini untuk menghindari kemungkinan kamu ditegur atau dilaporin ke polisi karena melakukan aktifitas mencurigakan. Kalau malas izin dan memilih shalat di tempat tersembunyi, kayaknya malah bakal lebih mencurigakan deh… Belum lagi banyaknya pemberitaan negatif mengenai Islam. Lebih baik tidak membahayakan diri sendiri di negeri orang.

Tapi aku maunya shalat sambil berdiri…..

Bisa… Coba sholat di taman dengan kamuflase piknik, hehehe. Piknik beneran juga gak apa-apa. Tapi pastiin ya rumputnya boleh diinjak.

Apa aja yang perlu disiapin?

Bagi yang sudah berhijab, tentu lebih mudah karena ga perlu ribet pake mukena. Jangan lupa bawa kaos kaki kalau kamu jalan-jalannya pake sandal. Kalau lupa ya bisa tutupin kaki pake plastik kresek #truestory. Bagi yang belum pakai hijab, bisa bawa syal atau pashmina sebagai pengganti kerudung. Bawa sarung sekalian kalau kamu pake celana pendek. Untuk tau arah kiblat, ga ada salahnya install aplikasi penunjuk kiblat di smartphone (biasanya aplikasi ini juga dilengkapi jadwal sholat). Ga punya smartphone atau pas abis batre? Masih ada teknologi lain bernama kompas. Ga punya kompas? Lihat di sisi mana matahari terbit/tenggelam dan bayangkan posisi negara kamu terhadap ka’bah. Itulah gunanya kita belajar arah mata angin sejak SD 😉

Ada tips lainnya?

Jika kamu pergi dalam rangka tugas atau menghadiri seminar, jangan sungkan untuk bilang ke pihak pengundang bahwa kamu perlu waktu tertentu untuk melaksanakan shalat. Minta jadwal kegiatan biar kamu bisa mengira-ngira kapan dan di mana kamu harus melakukan shalat.

Saat shalat di kendaraan umum, ada baiknya dilakukan setelah pemeriksaan tiket (kalau ada) atau titipkan tiket ke teman kamu. Jadi tidak perlu khawatir shalat terganggu karena ada pemeriksaan.

Sebagai referensi, silakan baca penjelasan di situs ini untuk mendapatkan gambaran mengenai hukum beribadah saat dalam perjalanan.

Semoga tips-nya membantu ya. Jika kita meniatkan perjalanan kita untuk hal-hal yang baik, Insya Allah segala urusan perjalanan akan dilancarkan oleh Yang Maha Kuasa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s