Ketika Liburan Dibatalkan

Siapa yang sedih karena liburannya batal karena Covid-19 epidemic? *acung tangan sendiri*. Wajar jika sedih, apalagi tidak semua uang yang sudah kita bayarkan bisa kembali.  Hanya saja saat ini memang kita berada di keadaan yang mengharuskan untuk memilih tindakan pencegahan penyebaran virus.

Jujur, saya awalnya tetap berniat melanjutkan perjalanan ke Jepang di pertengahan Maret ini terutama setelah memahami bahwa saya masuk ke dalam kategori low risk menurut CDC. Penyakit ini pun sebenarnya juga tidak terlalu mematikan (terutama bagi yang low risk). Tetapi sebenarnya yang perlu kita waspadai adalah potensi penyebaran virus yang lebih luas.

Nah, jika ada yang liburannya terpaksa dibatalkan baik karena Covid-19 maupun alasan lainnnya (pekerjaan misalnya), supaya uang yang hilang bisa diminimumkan silahkan simak beberapa tips dari kami berikut.

  1. Pesawat

Kami sudah dua kali berpengalaman harus batalin rencana liburan ke Jepang gara-gara masalah kerjaan. Tiket pesawat pertama yang dibatalkan kami pesan dari travel agent. Proses refund lumayan lama (mulai bulan Maret, baru dikirim uang refund bulan September) dan kena penalty lumaya banyak karena selain penalty airline juga ada penalty dari travel agent. Semua proses dilakukan via email jadi ga perlu datang ke kantor si travel agent.

Beberapa bulan setelah pembatalan yang pertama, kami menyusun rencana baru dan beli tiket promo langsung dari maskapai Garuda. Eh kok ya tahun itu kami sibuk banget sama pekerjaan sampai akhirnya harus batal lagi. Untungnya meski tiket promo, dari awal beli saya cek statusnya refundable makanya berani beli. Langkah pertama kami waktu itu telpon ke call centre Garuda untuk nanya terkait proses refund. Kami mulai proses pembatalan dan refund bulan September, uang refund masuk bulan akhir November atau awal Desember kalau tidak salah. Jumlah yang dipotong hanya penalty dari maskapai jadi uang yang terpotong tidak sebesar saat memesan di travel agent.

Paling enak memang kalau pembatalanya berasal dari maskapai (dan pesannya tidak lewat pihak ketiga/travel agent). Kita pasti dapat full refund meskipun prosesnya butuh waktu. Gara-gara kejadian ini saya jadi mikir lain kali supaya proses pembatalan ataupun pengaturan ulang jadwal lebih mudah, memang lebih baik pesan langsung lewat maskapai. Atau beli tiket pas benar-benar menjelang berangkat, hehe.

2. Hotel

Pembatalan hotel pada umumnya mudah dilakukan dan tanpa biaya jika proses booking melalui website seperti booking.com. Meskipun harus dipastikan terlebih dahulu apakah kamar yang kita booking termasuk layanan free cancellation atau tidak. Jika booking langsung ke hotel mereka jarang mau memberikan pengembalian dana karena sudah tercantum pada T&C mereka. Namanya juga usaha, bisa saja kita coba kontak pihak hotel untuk memberikan keringanan.

Kebetulan salah satu hotel yang saya pesan lewat booking.com tidak memberikan layanan free cancellation karena dulu saya pilih yang booking basic. Akhirnya saya coba kontak pihak booking.com maupun hotel. Baik dari pihak booking.com maupun hotel sebenarnya mau membantu proses reschedule (bukan refund). Ya cuma dilalahnya ternyata menu booking basic itu pemesanannya lewat pihak ketiga lagi yaitu Agoda. Berhubung saya malas kudu ngontak Agoda, ya sudahlah akhirnya saya relakan saja. Mungkin jika diteruskan bisa jadi permohonan reschedule akan disetujui.

3. JR Pass/Bus Willer Pass

Pada saat memesan JR Pass, yang kita dapatkan sebenarnya adalah exchange voucher dan tiketnya langsung. Selama bentuknya masih exchange voucher kita masih punya waktu untuk menukarkan hingga satu tahun sejak pembelian. Ketentuan ini berlaku untuk JR Pass yang beli di travel agent. Jika beli di traveloka misalnya, pada saat pembelian harus diperhatikan masa berlaku penukarannya hingga kapan. Saya pernah beli di traveloka dan ternyata masa berlaku penukaran hanya 90 hari setelah pembelian. Harga JR Pass memang berbeda jika beli di luar negeri atau di Jepang langsung, tetapi bedanya hanya 1000 yen. Saya sendiri lebih sering beli langsung di Jepang sejak kejadian batal berangkat liburan.

Pernah juga saya membatalkan Bus Willer Pass yang sudah dibeli tapi belum digunakan. Untuk prosesnya tinggal mengikuti yang ada di website saja. Pengembalian dana juga cepat dan langsung masuk ke kartu kredit yang kita gunakan saat membayar.

4. Tiket Konser

Seharusnya saya mengagumi ketampanan Ikuta Toma yang sedang ada butai tanggal 13 Maret lalu. Tapi apa daya semua pertunjukkan hingga tanggal 18 Maret dibatalkan. Nah, untuk proses pengembalian dananya bisa mengikuti sesuai prosedur yang dikirim ke email saja. Saya sendiri ga tau prosedur jelasnya, soalnya udah diurusin agen, hehe. Pengembalian dana ini hanya berlaku bagi yang membeli tiket secara resmi. Kalau belinya dicalo ya…. mungkin harus direlakan aja.

Apakah kamu pernah membatalkan liburan juga? Boleh loh share pengalaman kamu di kolom komentar 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s